10 Film Masuk Nominasi Festival Film Papua II

0
200
Festifal Film Papua diselenggarakan oleh Papuan Voices.
Festifal Film Papua diselenggarakan oleh Papuan Voices. (IST/PB)

PACEBRO.com – Panitia Festival Film Papua (FFP) II akhirnya merilis Sepuluh Film Dokumenter terbaik dari Sembilan Belas Film Dokumenter yang diterima Panitia. Panitia Festival Film Papua II memaparkan bahwa film-film yang diterima panitia umumnya berasal dari tanah Papua. Namun ada satu film yang berasal dari Jakarta.

Kesembilan Belas Film tersebut telah diberi penilaian oleh tiga orang Juri. Dari penilaian tim juri tersebut, 10 film akan berebutan menjadi yang terbaik dalam Festival Film Papua II di Jayapura.

“Tiga orang yang menjadi Juri adalah Zadrak Wamebu, Wensi Fatubun dan Veronika Kusumaryati. Ketiganya telah memberi penilaian atas semua film yang masuk”, ungkap Harun Rumbarar, Ketua Panitia Festival Film Papua II.

Baca juga:
Kisah Hidup Bob Marley Akan difilmkan

Tim Juri menilai film yang masuk dari aspek teknis dan non teknis mulai dari teknik pengambilan gambar hingga tentang kejelasan data dalam film.

“Hal-hal yang dinilai antara lain aspek teknis dan non-teknis. Aspek teknis mencakup teknis pengambilan film, kejelasan film, kejelasan suara, dan editing. Sementara aspek non-teknis antara lain cara penceritaan, alur cerita, kejelasan data, dan kekuatan isu yang diangkat”, jelas Rumbarar.

Berdasarkan hasil penilaian para juri tersebut panitia mengumumkan 10 film terbaik. Kesepuluh film tersebut berasal dari Nabire, Biak, Yahukimo, Keerom, Timika, Wamena dan Jakarta.

Kesepuluh Film yang masuk nominasi adalah:

  1. Cerita Ema
    karya Naomi Marasian & Yuliana Marasian (Nabire),
  2. Mamapolitan
    karya Indra Siagian (Jakarta),
  3. Kehidupan Pesisir
    karya Noak Sendinya Sada (Biak),
  4. Generasi Kayu Lapuk
    oleh Rizal Lani (Wamena),
  5. Isi Dalam Karung
    oleh Yonri Revolt (Timika),
  6. RPP (Resep Pendidikan Papua)
    oleh Yosep Levi (Yahukimo),
  7. Dipenjara
    karya Straky Yalli (Timika),
  8. Maria Logo, Paud Suara Hati Ibu
    karya Kathrin Oester (Wamena),
  9. Tete Guru Kafudji
    karya Dion Kafudji (Keerom) dan
  10. Nit Meke
    karya Nelson Lokobal (Wamena).
Baca juga:
10 Penyanyi Hip Hop Terkaya 2017

“Festival Film Papua II akan dilaksanakan di Aula Museum Negeri Papua di Waena pada 7- 9 Agustus. Film-film yang diikutsertakan dalam FFP II ini nantinya akan discreening saat Festival. Pada hari pertama Festival akan diumumkan tiga film terbaik”, tambah Rumbarar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here