7 Fakta Tentang Che Guevara

0
336
Che Guevara
Che Guevara via beinglibertarian.com

14 Juni 1928, tepatnya 90 Tahun silam Che Guevara lahir. Nama Che Guavara mungkin masih asing bagi sebagian orang. Tapi percaya atau tidak kita setidaknya pernah melihat wajah dari sosok revolusioner ini. Baik itu dikamar teman kost, interior cafe atau restoran hingga pada konser musik. Sosok Che menang cukup populer dikalangan anak muda dan mereka yang gemar membaca buku sejarah. Che merupakan pahlawan revolusi, ia bersama Raul dan Vedel Castro merupakan sosok yang memimpin revolusi Kuba sampai berhasil melengserkan rezim Batista.

Namun bukan itu saja yang membuat sosok menjadi istimewa, pria yang dikenal puitis ini menujukan peran penting dalam pembangunan Kuba paska revolusi. Perean Che tersebut diantaranya adalah melaksanakan revormasi lahan agraria dan juga menggalakan kampanye pemberantasan buta huruf di seluruh Kuba.

Namun sayangnya pada tahun 1965 akibat dorongan tingginya sebagai seorang revolusioner, Che harus menemui ajalnya di Bolivia saat tengah berusaha membantu proses revolusi disana. Kala itu Che berhasil ditangkap oleh pasukan Bolivia berkat bantuan CIA dan langsung dieksekusi.

Sosok Che sendiri saat ini dianggap sebagai sosok figur sejarang yang dipuja sekaligus dikejam. Banyak orang memiliki perbedaan pendapat tentang sosok Che, ada yang menganggapnya pahlawan namun ada pula yang mengangap Che hanya sebagai sosok pemberontak komunis yang nyentrik.

Jadi sebenarnya bagaimana sosok Che yang sesungguhanya dan dari mana sebenarnya ia berasal? sedikit fakta tentang perjalanan hidup Che, berikut ini mungkin bisa menjawabnya. Berikut ini adalah Fakta Unik Perjalanan Hidup Che Guevara:

Nama Asli Che Guevara

Salah satu yang membuat sosok revolusioner ini begitu terkenal adalah namanya yang unik dan mudah untuk diingat. Tapi ternyata ini bukanlah nama asli Che, nama aslinya adalah ‘Ernesto Guevara de la Serna Lynch’. Jadi darimana nama panggilan “Che” berasal? ternyata ini berasal dari kata untuk memanggil “Teman” sama dengan ‘Bro’ atau ‘Sob’ saat ini. Kala itu orang biasanya tak akan memanggil menggunakan nama pada temanya, tapi mereka akan menggunakan kata ‘Che’ sebagai gantinya. Dari sinilah nama Che Guevara kemudian muncul.

Baca juga:  PNG tutup Facebook Selama Sebulan

Sedangkan untuk asal usul nama aslinya yang panjang ternyata ini ada hubunganya dengan darah yang mengalir dalam tubuh Guevara. Pria yang lahir pada 14 juni 1928 ini ternyata terlahir dari keluarga berdarah Basque dan Irlandia. Dari sinilah kemungkinan jiwa pemberontak Che lahir.

Che Guevara Sebenarnya Bukan Orang Kuba

Meski dikenal luas sebagai pahlawan revolusi Kuba, namun ternyata Che Guevara sebenarnya bukanlah orang Kuba sama sekali. Che sebenarnya lahir di Rosario, Argentina pada 14 juni 1928, ia bahkan menghabiskan masa muda hingga menyelesaikan seluruh pendidikanya di Argentina. Selepas menyelesaikan pendidikanya ini, ia baru mulai berpetualang keberbagai negara di Amerika Latin sampai akhirnya sampai ke Kuba.

Di Kuba bersama Fidel Castro, ia kemudian memulai revolusi sekaligus memperdalam kemampuanya dalam menjadi komandan perang. Baru setelah revolusi berhasil Che kemudian mendapat kewarganegaraan Kuba pada 9 Februari 1959, sebagai bentuk rasa terimakasih atas jasa-jasanaya dalam membantu revolusi Kuba.

Sering Terserang Penyakit Sejak Muda

Semasa revolusi sosok Che dikenal sebagai komandan perang yang tangguh. Nmaun siapa sangka jika saat kecil, che merupakan anak yang rapuh. Sejak usia balita ia sudah sering diserang penyakit. Saat baru berumur 40 hari ia bahkan pernah terserang pneumonia (radang paru) hingga nyaris merenggut nyawanya.

Che kembali terserang penyakit saat usianya 2 tahun, kali ini ia terserang asma hingga kondisi kesehatanya nya terus menurun. hal ini kemudian membuat keluarga Che terus berpindah tempat tinggal untuk mencari lingkungan yang lebih baik bagi anak mereka. Keluarga ini kemudian akhirnya memutuskan untuk menetap di alta Gracia, Cordoba, argentina.

Disinilah kemudian kesehatan Che mulai berangsunr membaik, namun karena penyakit asma tersebuut Che sempat telat masuk sekolah. Karena itu Ibu che memutuskan untuk mengajari di rumah, baru pada tahun 1937, Che mulai bersekolah di Jose de San Martimo School. Dan karena sudah bisa membaca dan mengetahui pelajaran dasar, kala itu Che langsung masuk kelas dua.

Che Sebenarnya Adalah Dokter

Selain terkenal sebagai orang yang Puitis, semasa hidup Che juga dikenal sebagai pria yang cerdas. Namun mungkin tak ada yang menyangka jika Che adalah seorang Dokter yang hebat. Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran di Universitas di Buenos Aires, Che kemudian melanjutkan pendidikanya di Meksiko pada tahun 1954. Setelah itu ia memutuskan untuk tinggal di Meksiko dan mulai bekerja di departemen alergi pada salah satu Rumah Sakit disana.

Baca juga:  Ini Alasan Pria Selingkuh

Selain itu Che juga dikenal sebagai Dokter yang cerdas, ia bahkan sering memberikan kuliah di Universitas Otonom Nasional Meksiko. Dalam kuliahnya Che sering membicarakan tentang kurangnya kesetaraan dalam bidang kesehatan. Che sering menyinggung tentang susahnya untuk mendapatkan pengobatan bagi orang miskin dan terus berusaha untuk membuat orang sadar bahwa orang miskin juga butuh perawatan kesehatan yang layak. Pandangan Che tentang diskriminasi kesehatan bagi orang miskin ini sendiri ia dapat setelah Che melihat orang miskin sering kali tak mendapatkan pengobatan yang layak.

Pernah Keliling Amerika Hanya Dengan Motor Butut

Semasa hidupnya Che pernah melakukan dua perjalanan besar untuk berpetualang. Perjalanan pertamanya ia mulai pada tahun 1950an, kala itu ia hanya menggunakan sepeda ontel bermesin untuk menjelajahi provinsi-provinsi kecil di Argentina. Sedangkan perjalalan kedua Che mulai pada bulan Januari 1952, bersama dengan seorang temanya Alberto Granado. Keduanya berpetuangan ke negara-negara Amerika Latin dengan sepeda motor norton 500.

Dengan motor butut ini mereka berhasil menjelajahi beberapa negara diantaranya Chile, Peru, Kolombia dan Venezuela. Perjalanan ini siapa sangka telah membuka mata che terhadap realitas dan kesenjangan sosial di benua Amerika Latin. Sepanjang perjalanan Che melihat bagaimana warga miskin menerima penindasan dan juga diskriminasi. Che bahkan sempat menjadi relawan untuk wabah kusta di Peru.

Sejak saat itu pula, jiwa revolusi mulai muncul, ia juga mulai mempelajari idealisme komunis dan menganggap bahwa satu-satunya jalan untuk menghentikan diskriminasi sosial ini adalah dengan mengangkat senjata.

Kisah perjalanan Che dengan sepeda motor kesayanganya yang ia beri nama “La Pederosa” (si perkasa) ini pada tahun 2004 lalu pernah diangkat menjadi sebuah film dengan judul “The Motorcycle Diaries”.

Baca juga:  Cara Kenali Berita HOAX

Pertama Bertemu Fidel Castro Di Meksiko

Pilihan Che untuk hidup di Meksiko setelah ia menyelesaikan pendidikan kedokteranya, sepertinya memang sudah menjadi jalan takdir yang akan menuntunya menjadi seorang revolusioner. Sema tinggal di Meksiko inilah pada tahun 1955 ia bertemu dengan Raul dan Fidel Castro yang tengah melarikan diri ke Meksiko dari kejaran Batista.

Pertemuan Che dengan Fidel Castro inilah yang membangkitkan empati Che atas perjuangan rakyat Kuba melawan diktator Batista. Hingga pada November 1956, Che memutuskan untuk ikut bersama sejumlah pejuang Kuba termasuk Fidel dan Raul untuk berlayar ke Kuba menggunakan kapal Granma. Sayangnya kapal ini sudah dibombamdir oleh pasukan Batista sebelum sampai dan menewaskan hampir semua penumpangnya. Hanya ada 21 orang yang selamat termasuk Che, Fidel dan Raul.

Ketiganya kemudian mulai membangun basis pemberontakan di gunung Sierra Maestra. Che sendiri kemudian mendapat panggilan “comandante” setelah berhasil memenangkan pertempuran di Santa Clara pada bulan desember 1958.

Punya Julukan “El Chancho” (Si Babi)

Sebagai mantan Dokter, Che semasa hidupnya sebenarnya dikenal sebagai orang yang mencintai kebersihan. Namun hal ini berubah sejak ia mulai menjadi pasukan revolusi. Hidup di hutan dan selalu berpindah-pindah membuat Che tak lagi memperhatikan kebersihanya. Che bahkan mulai jarang mandi dan mengganti pakaianya. Semasa menjadi pasukan revolusi ia bahkan terkenal hanya mengganti pakaianya seminggu sekali.

Karena itu tubuh Che konon jadi sangat bau dan kotor, ia bahkan mulai mendapat julukan baru yaitu “El Chancho” atau ‘Si Babi’. Julukan ini sangat terkenal diantara para prajurit revolusi, namun ada pula yang menafsirkan julukan ini secara berbeda.  Menurut beberapa orang julukan ini muncul bukan karena Che dianggap jorok melainkan karena kepedulianya pada orang miskin. Kepedulianya pada orang miskin ini bahkan rela meningalkan kehidupamya yang nyaman untuk bergerilia ditengah hutan yang kotor, mirip dengan babi yang tak ragu untuk berkubang di lumpur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here