Rest in Peace, Satu Personil Black Brothers Berpulang

0
44
David Rumagesan salah satu personil Grup band legendaris Black Brothers.

Pacebro.com – Penggemar sekaligus pecinta grup band legendaris Black Brothers sangat berduka atas kepergian salah satu personilnya.

David Rumagesan peniup Saksofon dalam grup band asal Irian Jaya (kini Papua) yang melejit di tahun 1976-1978 menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), Jumat (23/02/18) sore.

“Iya benar mas, meninggal di RSPP Jakarta jam 15.43 wib. Malam ini kami berangkat ke Sorong (Papua Barat), pemakaman di Sorong. Mohon maaf kalau ada salah,” kata istri almarhum, Eva Ekawatty sering disapa Watty, Jumat (23/02/18) malam dikutip dari Harian Binpa.

Dengan kepergian almarhum, Watty mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua atas kepedulian dan kasih sayang kepada David Rumagesan semasa hidupnya.

“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat di Papua yang begitu peduli dan sayang dengan David Rumagesan. Mohon maaf jika ada salah. Salam Huembello,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ahmad Sirga Qadhafi Yunus Rumagesan anak ke-enam pasangan Almarhum dan Eva Ekawatty yang tengah kuliah di Universitas Cenderawasih (Uncen) jurusan hukum sangat kaget mendengar kepergian almarhum sekitar pukul 17.30 waktu Papua.

“Tadi sore setengah enam magrib, ade saya yang bungsu menelpon terus menangis dan saya bingung ada apa. Terus mamah saya juga telpon bilang papah lagi pertolongan pertama, karena sudah drop tidak ada detakan jantung. Tiba-tiba 14 menit kemudian ditelpon lagi kalau papah sudah gak ada,” kata Sirga kepada Bintang Papua.

Baca juga:  Persipura Jayapura Bungkam Madura United 6-0

Dimata Sirga, almarhum adalah sosok ayah yang tegas dan penyayang serta memiliki segudang puisi yang terus diberikan kepada anak-anaknya.

“Papah saya itu orangnya tegas, tapi tidak galak. Terkadang beliau egois, tapi tujuannya betul. Papah itu penyayang sekali, dan papah selalu member kata mutiara semangat untuk anak-anaknya,” ujarnya.

Biografi David Rumagesan

Abdullah Yunus pemilik nama asli dari David Rumagesan hembusan nafas terakhir almarhum pada usia 73 tahun. Almarhum yang lahir besar di Sorong, Papua Barat (dulu Irian Jaya). Lahir 10 Mei 1954 di Bintuni (zaman Belanda bernama Stengkol), Papua Barat. 

Masa kecil hingga remaja ia habiskan di Sorong, Papua Barat, ditahun1967 lulus SD YPK 1, lulus SMP YPK 1 tahun 1971, dan tahun 1973 lulus SMA Negeri.

Penampilan Black Brothers di Gor Jayapura, Agustus 1978
Penampilan Black Brothers di Gor Jayapura, Agustus 1978. (Foto: Andy Ayamiseba)

Almarhum menjajaki ke sekolah musik Akademi Musik Indonesia (AMI) yang kini namanya Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Sayangnya, sekolah perguruan tinggi bidang musik yang ia geluti saat itu tak sampai lulus.

David Rumagesan waktu masih muda, (Foto: Andy Ayamiseba)
David Rumagesan waktu masih muda, (Foto: Andy Ayamiseba)

Setelah melanglang buana dalam keremajaannya, almahum menikahi Eva Ekawatty yang dianugrahi 7 anak masing-masing Abdi Reza Fachlewi (38), Arie Muhammad Rivai Junus (37), Vicky Muhammad Yusfar Junus  (34), Rogayah Dewi Prastiwi Keliobas (23), Giovano V Gravid (21), Ahmad Sirga Qadhafi Junus (20), Chea Zahrah Vaganza Junus (16) yang kini kedua pasangan itu miliki tujuh orang cucu.

Baca juga:  Papuan Voices gelar Kompetisi Festival Film Papua II

Pria yang gemar kenakan tas rajutan benang warna merah bertuliskan Papua ini menguasai alat musik Ukulele, Saksofon, Tenor, Alto, Flute, Bariton, Klarinet dan Gitar.

Lagu ciptaan almarhum semasa hidupnya seperti Gadis Billiard, Mange-Mange, Humbelo, Samandoyi dan Amapondo. Dan lagu yang sempat melejit kepermukaan yakni Humbelo, Mangge-Mangge, Dirunina, Amapondo, Sajojo 1, Sajojo 2, Fifi Weni. Ditahun 2017 lalu almarhum juga ciptakan lagu berjudul Woti Woja. (Binpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here