Burung Paling Beracun di Dunia ada di Papua

0
71

pacebro.com – Jenis burung yang tersebar di dunia ini memang sangatlah bermacam macam. 

Tanah Papua tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai burung surga (bird of paradise) dan langka, tetapi juga habitat bagi beberapa burung unik seperti paruh sabit coklat (Epimachus meyeri), konon dalam sebuah buku sejarah ada cerita jika burung ini pernah menipu pasukan Jepang hingga kocar-kacir karena kicauannya mirip senapan mesin.

Bukan hanya itu, di Papua juga terdapat burung pitohui yang tercatat dalam The Guinness Book of World Record sebagai salah satu burung paling beracun di dunia. Seperti apakah burung pitohui itu?

Species Burung Pitohui

Pitohui terdiri atas enam spesies, yang semuanya berada dalam genus Pitohui, dan keluarga Pachycphalidae. Ke eman spesies burung itu adalah; Variable pitohui (Pitohui kirhocephalus), Hooded pitohui  (Pitohui dichrous), White-bellied pitohui (Pitohui incertus), Rusty pitohui (Pitohui ferrugineus), Crested pitohui  (Pitohui cristatus) dan Black pitohui (Pitohui nigrescens).

6 spesies burung pitohui
6 spesies burung pitohui (Foto: Om Kicau)

Pitohui merupakan burung endemik di Tanah Papua, yang tersebar di berbagai wilayah Papua, kepulauan Aru bahkan hingga Papua Nugini.

Keenam spesies tersebut semuanya memiliki racun pada tubuhnya. Yang pertama kali diidentifikasi sebagai burung beracun adalah hooded pitohui, dan selanjutnya variable pitohui dan rusty pitohui.

Burung hooded pitohui punya warna-warna yang terlihat cerah jika dibandingkan dengan spesies lainnya. Seperti binatang yang beracun jenis lainnya, pitohui juga sering kali memancarkan bau busuk.

Baca juga:  Persipura Jayapura Bungkam Madura United 6-0

Burung ini jugakerap memakai cairan atau bau racunnya untuk menjaga telur-telur dari mangsa dari binatang predator. Antara lain yaitu dengan cara menggesekan racun yang berada di tubuhnya untuk telur-telurnya.

Spesies yang paling banyak dijumpai yaitu Hooded Pitohui. Hooded Pitohui merupakan burung yang memiliki suara indah. Tetapi karena pada permukaan kulit dan bulu-bulunya mengandung racun, maka orang-orang jarang sekali atau tidak berani menangkapnya.

Menangkap saja jarang, apalagi yang memeliharanya, pasti juga jarang. Pitohui memiliki habitat di daerah Papua, kepulauan Aru dan juga memiliki habitat di Papua Nugini.

Makanan Burung Pitohui

Pitohui memakan beberapa jenis serangga yang berupa kumbang yang mengandung neurotoxin kuat dan mengandung alkaloid yang dikenal sebagai batrachotoxin. Dan zat tersebut serupa dengan racun yang juga ditemukan pada kulit dari Katak Panah Beracun yang berasal dari Amerika Selatan.

Racun yang ada dalam permukaan kulit serta bagian bulu-bulu burung ini termasuk kategori neurotoxin. Neurotoxin yaitu racun yang menyerang jaringan otak yang disebut homobatrachotoxin.

pitohui papua
Pitohui (foto: hypeness.com.br)

Bahan kimiaseperti ini ini sebenarnya racun alami dan paling kuat yang pernah dikenal oleh kalangan manusia. Burung Pitohui tidak bisa memproduksi racun sendiri seperti halnya hewan seperti ular, katak, atau hewan beracun yang lainnya.

Faktor yang menyebabkan burung Pitohui menjadi burung yang beracun adalah dari makanan nya. Sebab untuk makanan utama burung Pitohui adalah kumbang Choeresine yang memiliki racun.

Baca juga:  Goa Terdalam di Dunia ada di Papua

Burung Pitohui memiliki racun pada bagian kulit dan bulunya. Apabila burung ini dipegang tangan kita akan merasakan racunnya. Racun tersebut akan mengakibatkan kulit menjadi terasa gatal-gatal dan rasa panasnya.

Bahkan apabila racun Pitohui yang terkena tangan dalam jumlah besar dapat mengakibatkan lumpuh bahkan terkena serangan jantung. Hasil penelitian menunjukkan, hewan kecil seperti tikus yang disuntik neurotoxin seketika itu juga bisa langsung mati.

Untuk sebagian besar burung yang menyentuh racun ini bisa menyebabkan mati rasa dan kesemutan, bersin, dan gejala minor lainnya. Efek serius yang lainnya seperti halnya terjadi kelumpuhan dan kematian akan terjadi jika sering terjadi kontak dengan racun ini. Jadi jika anda melihat burung ini, sebaiknya jangan dipegang.

Sumber Referensi:

  • http://www.wild-facts.com/2010/wild-fact-821-flying-venom-hooded-pitohui/
  • Birds of New GuineaDistributionTaxonomy, and Systematics by Bruce M. Beehler and Thane K. Pratt. 2016. Princeton University Press, Princeton, NJ, USA.
  • http://www.kutilang.or.id/tag/burung-pitohui/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here