Manajemen Diminta Kelola Persipura dengan Profesional

0
70
Logo Persipura (IST/pacebrocom)
Logo Persipura (IST/pacebrocom)

Nasib Persipura Jayapura musim ini yang terkatung-katung terkait sponsor, buntutnya sejumlah pemain top harus angkat kaki dari Stadion Mandala Jayapura mendapat sorotan dari masyarakat Papua.

Salah satunya datang dari penggila Persipura, Ramses Asmuruf. Pria yang juga menjabat sebagai Asisten III Setda Mamberamo Raya ini mengatakan, bicara Mutiara Hitam adalah bicara tentang harkat dan martabat orang asli Papua (OAP).

“Kita cukup prihatin dengan kondisi yang dialami Persipura. Terkait sponsor yang setiap musim jadi kendala, menurut hemat saya pengurus inti yang lebih tahu situasi dan kondisi, sehingga kita berharap kinerja manajemen harus lebih profesional,” katanya kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Minggu (21/1/2018).

Baca juga:
Peter Butler akui Persija Tim Besar

Urusan sponsor itu menjadi kewenangan manajemen, sebagai masyarakat awam kita berharap ke depan, kondisi seperti ini bisa dicarikan solusinya sejak jauh-jauh hari.

“Artinya saat kompetisi bergulir manajemen sudah harus berpikir dan menjalin komunikasi dengan mitra-mitra yang dipandang serta bisa diajak kerjasama,” katanya.

Ramses Asmuruf bilang manajemen tidak hanya bergantung kepada Bank Papua dan PT Freeport saja, tapi membaca peluang lain yang bisa memberi finansial dukungan kepada tim kebanggaan rakyat Papua ini.

Urusan sponsor itu menjadi kewenangan manajemen, sebagai masyarakat awam kita berharap ke depan, kondisi seperti ini bisa dicarikan solusinya sejak jauh hari.

Hal lain yang juga menjadi atensi Asmuruf terkait pembinaan pemain muda di Persipura. Ia menilai talenta-talenta Pesepakbola Papua silih berganti muncul, tinggal bagaimana dikelola dengan baik.

Baca juga:
Pinang Simbol Perekat Masyarakat Papua

“Pemain seperti Boaz, Ricardo, Ian Kabes dari sisi fisik dan usia sudah pasti tidak sehebat dulu. Adik-adik mereka seperti Persipura U19 inilah yang siap mengganti,” ujarnya.

Yances, pendukung setia Persipura dari mengusulkan manajemen harus membuka diri, melibatkan mantan-mantan Persipura seperti Nico Dimo, Nando Fairyo, Chris Yarangga, Eduard Ivakdalam dll, sebagai mentor dalam memotivasi generasi muda penerus Persipura. (*)

 

Berita Ini Pernah Tayang di Tabloidjubi.com dengan Judul “Manajemen Persipura harus kerja lebih profesional”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here