Ini 11 Fakta Sejarah Perebutan Jerusalem

803
Old City Jerusalem
Old City Jerusalem

Belakangan ini Jerusalem sedang ramai dibicarakan, pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang kontroversi.

Jerusalem salah satu kota tertua di dunia dan paling diperebutkan sejak ribuan tahun.

Jerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar yaitu Yahudi, Kristen dan Islam.

Jerusalem menurut Alkitab adalah ibu kota bangsa Israel kuno sejak tahun 1070 SM. Yerusalem berarti “Pemilik (Fondasi) Kedamaian Ganda”. Setelah bangsa itu terbagi menjadi dua kerajaan (997 SM), Jerusalem tetap menjadi ibu kota kerajaan Yehuda di sebelah selatan. Di seluruh Alkitab, Jerusalem disebutkan lebih dari 800 kali.

Berikut 11 fakta singkat tentang Jerusalem.

1. Kota Daud

Poster Raja Daud via Wikipedia

Kitab Perjanjian Lama menyebut, Raja Daud dari dua kerajaan Judea dan Israel, merebut kota Jerusalem dari tangan bangsa Jebusit pada tahun 1.000 SM.

Daud menjadikan kota itu sebagai pusat kerajaan dan keagamaan. Kemudian, Raja Sulaiman, putra Raja Daud, membangun kenisah Yahweh pertama di sini sekaligus menjadikan kota itu menjadi pusat agama Yahudi.
2. Diperebutkan Babilonia dan Persia

Nebukadnezar II, adalah penguasa Kekaisaran Babilonia Baru dalam Dinasti Kasdim yang berkuasa ~605 SM-562 SM selama 43 tahun. 

Raja Babilonia Nebuchadnezzar II dua kali merebut Jerusalem pada 597 dan 586 SM. Ia memenjarakan Raja Jehoiakim dan kaum elite Yahudi lalu menghancurkan kenisah mereka.

Perjanjian Lama menyebutkan, Raja Sirius Agung dari Persia menumbangkan Babilonia pada 540 SM dan membebaskan kaum Yahudi serta membangun kembali kuil mereka di Yerusalem.

3. Pendudukan Romawi dan Bizantium

Peta Kekaisaran Romawi Timur dan Kesultanan Rûm sebelum Perang Salib.

Jerusalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi sejak 63 M. Perlawanan bangsa Yahudi mencetuskan perang pada 66 M, yang dimenangkan Romawi.

Kuil mereka di Jerusalem kembali mengalami aksi penghancuran. Romawi dan Bizantium menguasai Palestina selama 600 tahun.

4. Masa pendudukan Muslim

Gerbang masuk Masjid Umar bin Khatab, Jerusalem

Di bawah pimpinan Kalifah Umar, tentara Muslim mengepung dan menguasai Jerusalem pada 637 M.

Di era pendudukan Muslim inilah, penguasa yang saling bermusuhan dan dari berbagai mazhab Islam silih berganti menguasai Jerusalem.

5. Perang Salib

Perang salib via Wikipedia

Kekalifahan Seljuk sejak 1070 M terus meluaskan kekuasaan. Akibatnya, kaum Kristen merasa terancam yang memicu Paus Urban II mencanangkan Perang Salib.

Dalam 200 tahun selanjutnya terjadi lima kali perang memperebutkan Yerusalem. Pada 1244 pasukan Kristen kalah total dari tentara Muslim yang kembali menguasai Jerusalem.

6. Kekaisaran Ottoman dan pendudukan Inggris

Perang di Kota Tua Jerusalem | Picture: 2013 Culture Club

Setelah menaklukkan Mesir dan Arabia, Kekaisaran Ottoman memasukkan Jerusalem ke dalam wilayah hukumnya pada 1535 dan kota ini kembali mencapai kejayaannya.

Namun, pada 1917 Inggris mengalahkan Kekaisaran Ottoman dalam Perang Dunia I. Palestina kemudian diduduki Inggris dan Jerusalem jatuh tanpa perlawanan.

7. Kota yang terbelah

Pasukan Israel di Tembok Ratapan, Jerusalem, 1967 via Newsweek.com
Pasukan Israel di Tembok Ratapan, Jerusalem, 1967 via Newsweek.com

Setelah Perang Dunia II usai, Inggris mengembalikan mandat Palestina kepada PBB, yang kemudian memilih opsi membaginya dua negara itu.

Tujuan pembagian itu adalah untuk menciptakan negara bagi kaum Yahudi yang selamat dari Holocaust di Eropa.

Sejumlah negara Arab kemudian bergabung memerangi Israel dan menguasai sebagian Jerusalem. Sejak 1967 kota ini terbelah menjadi wilayah Israel di sisi barat dan Yordania di sebelah timur.

8. Israel kuasai Jerusalem Timur

Dalam perang enam hari 1967, Israel mengalahkan aliansi Mesir, Yordania dan Suriah. Alhasil, Israel menguasai Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat Yordan, Dataran Tinggi Golan dan bagian timur Jerusalem.

Untuk pertama kali sejak 1949, Israel kembali menguasai Tembok Ratapan di kota tua Jerusalem.

Secara sepihak Israel menyebut tidak menganeksasi Jerusalem timur, melainkan mengintegrasikan kota itu ke dalam wilayah administratifnya.

9. Umat Muslim bisa berziarah ke Jerusalem

Israel tidak menutup akses umat Muslim ke tempat suci mereka. Bukit Shakrah berada di bawah admistrasi otonomi Muslim.

Umat Islam juga diperbolehkan berziarah ke Bukit Zaitun, Kubah Shakrah, dan Masjid Al Aqsa serta beribadah di sana.

10. Sengketa status Jerusalem berlanjut

Jerusalem hingga hari ini tetap menjadi hambatan terbesar dalam proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

Pada 1980, Israel mendeklarasikan, seluruh kota Jerusalem sebagai bagian tak terpisahkan dari ibu kota negeri itu.

Sementara pada 1988 negara Palestina diproklamasikan dan juga mengklaim bahwa Yerusalem adalah ibu kota.

11. Klaim Trump

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (06/12), Presiden Trump mengatakan ‘sudah saatnya untuk mengakui secara resmi Jerusalem sebagai ibu kota Israel’. Penyataan Trum ini menjadi kontoversi hingga kini, banyak pemimpin dunia mengecamnya.

Ervan Hardoko
Sumber: Deutsche Welle


Loading...
loading...

KOMENTAR ANDA

PACEBRO percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini.