Cendrawasih yang hampir punah karena terus duburuh. Foto; Dok.Pace Bro
Cendrawasih yang hampir punah karena terus diburu. Foto; Dok.Pace Bro

Tanah Papua dikenal dengan keanekaragaman dari budaya masyarakatnya hingga fauna flora menawan yang tersembunyi.

Tapi tahukah kamu? Beberapa endemik khas Papua ini sudah hampir punah. Bahkan beberapa hewan ini dinyatakan masuk kategori red list oleh beberapa lembaga konservasi karena hampir punah.

1. Kanguru Pohon Mantel Emas aka Lau-Lau.

salah satu hewan di Tanah ini sudah hampir punah, bahkan lembaga Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menyatakan bahwa lau-lau alias kanguru pohon mantel emas ini masuk kategori “Red List”. Kanguru Pohon ini memang masih dalam keluarga dari Kanguru, tapi bukan kanguru Australia ataupun walabi dari Papua bagian selatan.

Kanguru ini hidupnya di pohon dan memiliki rambut di seluruh tubuh yang berwarna keemasan makanya disebut kanguru pohon mantel emas. Kanguru pohon mantel emas ini merupakan salah satu hewan endemik khas dari Papua memiliki nama ilmiah Dendrolagus pulcherrimus .

Kanguru ini bisa ditemukan di daerah pegunungan di hutan Papua. Lengan dan kaki hewan lucu ini memiliki panjang yang sama dengan anggota badan bagian depan yang kuat untuk membantu dalam memanjat pohon tempat mereka tinggal. Panjang tubuh kanguru ini adalah sekitar 41-77cm , panjang ekor 40-87 cm, dan berat bisa mencapai 14,5 kg. makanan dari kanguru pohon ini adalah daun-daun dan buah. Mereka juga seering mengambil buah yang jatuh ke tanah, sehingga kanguru ini tidak hanya hidup di pohon saja tapi juga bisa di tanah.

2. Burung Cendrawasih

Mengapa cendrawasih terancam punah? tahukah kamu, salah satu penyebabnya adalah penggunaan mahkota dalam acara-acara adat hingga kenegaraan. Bagian burung Cendrawasih bisa digunakan untuk penyambutan tamu negara ataupun hiasan penari.

Cenderawasih seluruhnya memiliki 14 jenis dengan 43 spesies yang tersebar di Papua, Papua New Guinea (PNG) hingga Australia. Namun, 28 diantaranya bisa ditemukan di Papua. Cenderawasih sendiri menjadi hewan yang dilindungi sesuai dengan Undang-undang nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Selain itu, burung tersebut masuk dalam status Citex Appendix 2 yang artinya bisa dipakai untuk penelitian dengan jumlah yang sangat terbatas. Tak hanya itu pemanfaatannya juga harus mengantongi ijin dari BBKSDA sehingga tidak semuanya bisa dimanfaatkan meski untuk penelitian. Tapi Faktanya?

3. Mambruk Victoria

Mambruk Victoria (Goura Victoria) adalah salah satu dari tiga jenis burung Dara Mahkota dan merupakan spesies terbesar diantara jenis-jenis Burung Merpati. Burung ini terkenal akan keindahannya, bahkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) menggunakannya sebagai lambangnya.

Burung berukuran besar dengan panjang mencapai 74 sentimeter ini memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan, jambul seperti kipas dengan warna putih, dada merah marun keunguan, paruh abu-abu, kaki berwarna merah kusam, dan garis tebal berwarna abu-abu pada sayap dan ujung ekornya.

Hewan yang tinggal di daratan rendah Pulau Papua ini terncam punah akibat banyak diburu secara liar untuk diambil daging dan bulunya. Saat ini Mambruk Victoria sudah jarang ditemui di daerah dekat populasi manusia.

4. Kasuari Kerdil 

Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) adalah kasuari paling kecil. Meskipun menyandang gelar kerdil, namun burung asli pulau Papua ini masih cukup raksasa dengan tingi mencapai 1 meter lebih. Kasuari Kerdil tetaplah burung berukuran besar, hanya sedikit lebih kecil jika dibandingkan kedua spesies kasuari lainnya, yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), dan Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius).

Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti tetapi diduga mengalami penurunan populasi secara pesat. Penurunan populasi tersebut diakibatkan oleh perburuan dan rusaknya habitat asli mereka.

Burung Kasuari Kerdil atau Casuarius bennetti dikenali dengan ciri khas pada gelambirnya yang tidak menggantung. Juga bentuk tanduknya yang segitiga dengan bagian belakang pipih. Tinggi tubuhnya mencapai 1,1 meter dengan panjang hingga 150 dan berat badan kasuari dewasa antara 17 – 26 kg. Ukuran ini memang lebih kecil dibandingkan dengan dua spesies kasuari lainnya yaitu Kasuari Gelambir Tunggal dan Kasuari Gelambir Ganda.

Burung Kasuari Kerdil atau Dwarf Cassowary mendiami pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini), pulau Seram, pulau Yapen, dan New Britania. Habitatnya adalah daerah hutan pengunungan dan perbukitan hingga dataran rendah.

5. Hiu Karpet Berbintik

Hiu Karpet Berbintik (Hemyscillium Freycineti) adalah hewan endemik asli Papua berikutnya. Hiu Karpet Berbintik ini termasuk hewan bertulang belakang. Jenis hiu ini juga termasuk pada jenis Hiu Bambu yang hanya dapat ditemukan di Perairan Kepulauan Raja Ampat.

Keindahan Hiu Karpet Berbintik ini  banyak diminati orang untuk dijadikan ikan hias di aquarium. Meningkatnya permintaan akan Hiu Karpet Berbintik dan harganya yang mahal menjadikan Ikan Hiu Karpet Berbintik ini banyak diburu orang.

Bentuk Hiu Karpet Berbintik pada dasarnya sama dengan jenis hiu lainnya di dunia. Bedanya Hiu Karpet Berbintik memiliki warna kulit seperti macan tutul. Pola tersebut berbentuk heksagonal berwarna cokelat.

6. Nuri Sayap Hitam

Nuri Sayap Hitam (Eos Cynogenia) adalah sejenis nuri berukuran sedang dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Endemik asli Indonesia ini hanya dapat ditemukan di hutan-hutan di pesisir Pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cendrawasih, Papua.

Dikarenakan banyak berkurangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut serta populasi mereka yang semakin hari semakin berkurang menjadikan Burung Nuri Sayap Hitam ini terancam dari kepunahan.

7. Kura-Kura Reimani

Saat ini diketahui bahwa penyebaran kura-kura berkepala ular ini hanya ada berada di satu lokasi yaitu di Merauke. Sedangkan status taksonomi masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebab data biologi, ekologi dan populasi di alamnya masih belum ada, walaupun telah ada catatan mengenai jenis ini di penangkaran. Status Kura-kura Reimani pada IUCN adalah Lower Risk dan tidak dilindungi sehingga sangat rentan dari kepunahan.

Hewan-hewan endemik asli Papua diatas ini terancam punah, akibat berkurangnya habitat asli serta perburuan secara liar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here