SHARE
Kapal Pesiar Prancis MV L Austral sandar di Agats - Asmat Papua. (Flickr/Serge Guiraud)
Kapal Pesiar Prancis MV L Austral sandar di Agats - Asmat Papua. (Flickr/Serge Guiraud)

Kabupaten Asmat yang merupakan bagian dari propinsi Papua, dengan ibukota Agats. Asmat berada di pesisir selatan pulau Papua berdekatan dengan wilayah Timika yang berada di Kabupaten Mimika. Karena posisinya yang dekat dengan Timika, maka akan lebih mudah mencapai Asmat dari kota Timika dengan menggunakan kapal laut atau pesawat perintis. Asmat secara umum berpenduduk sekitar 94.227 jiwa menurut data BPS tahun 2014. Kota Agats memegang peranan utama di dalam menjalankan roda perekonomian dan pemerintahan di Kabupaten Asmat ini.

Ada keunikan tersendiri yang dimiliki oleh Agats. Kondisi tanah berlumpur dan rawa membuat kota ini harus berdiri dengan sarana jalan yang berupa papan, sekilas jalan ini menyerupai dermaga. Seluruh jalan di kota Agats memang menyerupai jembatan yang dibuat dari kayu besi. Namun seiring perkembangan jaman dan teknologi, jembatan-jembatan ini kemudian mulai disempurnakan dalam bentuk beton yang lebih kuat lagi. Hingga saat ini, pengembangan ibukota Kabupaten Asmat ini dilakukan di atas jalanan yang unik ini. Semua bangunan di kota dengan luas hampir 30.000 kilometer persegi ini pun menyesuaikan dengan bentuk rumah-rumah panggung. Bahkan, alat transportasi utama di dalam kota jembatan ini adalah motor, itupun motor yang menggunakan tenaga listrik.

Agats, Asmat Papua (Ist)
Agats, Asmat Papua (Ist)

Memang, kondisi Asmat secara umum yang masih serba terbatas ini membuat pemerintah daerah dan seluruh penduduk menyesuaikan dengan keadaan. Jalan jembatan kayu yang terbentang luas di seluruh wilayah Agats tidak akan mampu menahan beban motor mesin yang cukup berat, apalagi mobil sudah dipastikan tidak akan mungkin menjadi alat transportasi. Kini, selain motor listrik, penduduk Agats yang sebagian besar merupakan pendatang dari wilayah luar Asmat ini mengandalkan transportasi laut berupa perahu motor atau sekedar berjalan kaki bila masih berada di dalam kota.

Asmat kids sitting on a traditional canoe under cunstruction. (Flickr/Markus Fleute)
Asmat kids sitting on a traditional canoe under cunstruction. (Flickr/Markus Fleute)

Keterbatasan lain yang dimiliki Agats adalah kurangnya pasokan air bersih. Masyarakat Agats hingga kini bertahan dengan air hujan yang ditampung di tabung-tabung air. Kondisi tanah rawa memang membuat tanah ini sulit menyediakan air bersih. Maka tidak heran bila mandi menggunakan air tampungan ini terasa lebih licin dan sulit untuk membilas sabun yang digunakan. Namun demikian, kreatifitas masyarakat membuat mereka mampu terus bertahan dalam kondisi ini.

This Papuan Asmat village in the coastal swamps consists of one long house housing several families. The people live in and are part of nature. Photo by Marcel Silvius
This Papuan Asmat village in the coastal swamps consists of one long house housing several families. The people live in and are part of nature. Photo by Marcel Silvius

Walaupun memiliki banyak keterbatasan, namun sarana-prasarana dan infrastruktur kota Agats sudah cukup memadai. Pelabuhan, kantor pemerintahan, rumah sakit, pasar, kantor polisi, pos tentara, sekolah, bahkan Museum sudah terdapat di kota unik ini. Penduduk pun dengan leluasa melakukan berbagai aktifitas dan sedikit demi sedikit mengembangkan usaha-usaha untuk menunjang kehidupan mereka. Toko-toko kebutuhan dan rumah makan banyak sekali buka di sepanjang kota Agats, umumnya dimiliki oleh para pendatang yang mencoba peruntungan di kota rawa ini.

Uniknya kota Agats sejalan dengan budaya dan daya tarik wisata yang dimilikinya.  Nah kalau kamu penasaran apa saja objek wisata yang bisa kamu kunjungi bila berkunjung ke sana. Berikut kami akan informasikan tentang objek-objek wisata di kabupaten Asmat.

1. Taman Nasional Lorentz

Perahu Motor di Sawa Erna yang masuk kawasan Taman Nasional Lorentz (Tara Cain/Ist)
Perahu Motor di Sawa Erna yang masuk kawasan Taman Nasional Lorentz (Tara Cain/Ist)

Taman nasional Lorensz merupakan salah satu taman nasional terluas yang ada di asia tenggara. Selain itu ekosistem taman nasional ini juga merupakan ekosistem dengan keanekaragaman hayati paling lengkap yang ada di asia pasifik. Di Asmat Distrik Distrik Sawa Erna masuk dalam kawasan TN Lorentz.

2. Pesta Budaya Asmat

Festifal Budaya Asmat (asmatkab.go.id)
Festifal Budaya Asmat (asmatkab.go.id)

Pesta budaya asmat merupakan salah perayaan di kabupaten asmat yang menampilkan banyak budaya masyarakat asmat. Pesta ini juga salah satu cara kabupaten asmat untuk melestarikan banyak budaya disana.

Biasanya dalam pesta ini akan banyak ditampilkan hasil karya baik tarian, lagu hingga karya seni ukiran khas suku asmat. Pesta budaya asmat juga sudah menjadi andalah kabupaten asal timur. Jadi jika kamu berkunjung kesan kamu bisa menikmati festival yang biasanya dilakukan setahun ini.

3. Museum Budaya Asmat

Museum ini terletak di kota Agats, disini kamu bisa melihat banyak hasil karya suku asmat. Mulai dari ukiran hingga baju perang dizaman dahulu. di museum ini terdapat sekitar 1.200 item hasil karya dari kebudayaan dan kerajinan masyarakat asmat.

4. Rawa Baki

Rawa baki daan hutannya bisa dijadikan tempat wisata alam yang cukup menangtang. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, disini setidaknya disini ada 123 hektar wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati yang dilindungi karena mulai punah.

Baca Juga: Jika Berkunjung ke Jayapura, Sempatkan Diri Ke Danau Love

Selain 4 Tempat diatas ini, ada juga beberapa tempat yang bisa anda kunjungi adalah Pantai Bokap dan Pantai Pek di Distrik Agats. Adapun juga Pulau Sengsara/Fumaripits DI Distrik Akat Alam, Pantai Bayun di Pantai Kasuari Serta Pulau Tiga/Somel di Distrik Joerat. Anda juga bisa menyambangi Pulau Lak/Mamats di Distrik Sawa Erma dan melanjutkan dengan Adventure dan Rumah di Atas Pohon di Distrik Suator.

Demikian ulasan pacebro.com, jika anda mengunjungi Asmat jangan lewatkan kesempatan.

Keep share with love.

REVIEW OVERVIEW
Unik
Indah
Alami
SHARE