SHARE

Keberadaan TN Wasur sebagai daerah lahan basah merupakan habitat penting bagi burung-burung air di Indonesia khususnya burung migran yang berasal dari Australia dan New Zealand dan memiliki arti penting bagi kepentingan internasional sebagai tempat persinggahan ribuan burung migrasi.

Burung migran di Taman Nasional Wasur. (Foto : Birdconsultant/ Iwanlondo/)
Burung migran di Taman Nasional Wasur. (Foto : Birdconsultant/ Iwanlondo/)

Salah satu contoh satwa yang melakukan migrasi setiap tahunnya adalah burung pantai yang mengembara dari tempat berbiakanya di daerah tundra Arktik menuju ke Selatan untuk menghindari musim dingin pada bulan September – April.

Rute perjalanan burung biasanya disebut sebagai jalur terbang (flyway) dimana jalur terbang untuk Asia Timur – Australasia merupakan salah satu dari beberapa jalur terbang di dunia. Pada jalur terbang ini terdapat rangkaian kawasan lahan basah dimana burung pengembara beristirahat dan makan, salah satunya di Taman Nasional Wasur.

Wilayah Taman Nasional (TN) dengan letak geografis Letak geografis 8°04’ – 9°07’ LS, 140°29’ – 141°00’ BT ini ditetapkan sebagai melalui SK Menteri Kehutanan No. 448/Menhut-VI/90/.

Biras, Taman Nasional Wasur
Biras, Taman Nasional Wasur

Sekitar 70% dari luas TN Wasur terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Luas TN Wasur mencapai 413.810 hektar. Sampai saat ini di TN Wasur telah tercatat 403 species burung. 74 species diantaranya endemik Papua dan diperkirakan terdapat 114 species yang dilindungi.

Secara umum Taman Nasional Wasur memiliki enam tipe Ekosistem:

  1. Ekosistem Rawa Berair Payau Musiman
  2. Ekosistem Rawa Berair Tawar Permanen
  3. Ekosistem Pesisir Berair Tawar
  4. Ekosistem Daratan Berair Tawar
  5. Ekosistem Pesisir Berair Payau – Asin
  6. Ekosistem Daratan Berair Payau.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh salah satu organisasi konserfasi terdapat 34 spesies dari 80 spesies mamalia yang teridentifikasi bermukim di wilayah ini. Selain itu terdapat 39 jenis ikan unik dari 72 jenis yang ada, yang 32 jenis diantaranya terdapat di Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di Sungai Maro seperti Scleropages jardinii, Cochlefelis, Doiichthys, Nedystoma, Tetranesodon, Iriatherina dan Kiunga dan lain-lain.

Secara umum jenis vegetasi di dalam kawasan TN Wasur dikelompokkan dalam 10 (sepuluh) kelas hutan yaitu Hutan Dominan Melaleuca sp, Hutan Co-Dominan Melaleuca sp – Eucalyptus sp, Hutan Jarang, Hutan Pantai, Hutan Musim, Hutan Pinggir Sungai, Hutan Bakau, Sabana, Padang Rumput dan Padang Rumput Rawa.

Wasur_Rainbow_1994
Wasur_Rainbow_1994

Hasil survey terdapat 26 jenis reptil yaitu 2 jenis buaya (Crocodylus porosus dan Crocodylus novaguineae), 3 jenis biawak (Varanus sp.), 4 jenis kura-kura, 5 jenis kadal (Mabouya sp.), 8 jenis ular (Condoidae, Liasis, Pyton) dan 1 jenis bunglon (Calotus jutatas) dan 3 jenis katak; katak pohon (Hylla crueelea), katak pohon irian (Litoria infrafrenata) dan katak hijau (Rona macrodon).

Insekta (Serangga) yang tercatat di TN Wasur terdapat 48 jenis, diantaranya : Rayap (Tumulitermis sp. dan Protocapritermis sp.), Kupu-kupu (Ornithoptera priamus), semut (Formicidae, Nytalidae, Pieridae) dan lain-lain. Selain jenis fauna asli, di dalam kawasan TN Wasur juga terdapat jenis-jenis fauna eksotik seperti : rusa (Cervus timorensis), Sapi (Bos sp.)

SHARE