7 Hal Unik Tentang Papua

0
685
Danau Sentani Kabupaten Jayapura Papua
Danau Sentani (IST)

Okey, setelah mendengar tentang Papua apa yang terlintas di pikiran anda? Persipura? Raja Ampat atau tentang konflik yang tak bekesudahan? keindahan alam? atau mungkin tentang kawanmu orang Papua?

Berikut ini 7 Hal Unik Soal Papua versi pacebro.com, silahkan simak:

1. Punya 1/5 Bahasa Di Dunia

Orang asli Papua terdiri ratusan suku dengan 7 Wilayah adat. Masing-masing suku memiliki bahasanya sendiri, jumlah bahasa ini bahkan mencapai hampir 300 bahasa. Oleh karena itu banyak ahli bahasa yang mengatakan bahwa 1/5 bahasa di dunia, ada di Papua.

Karena keragaman inilah, bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Melayu (Indonesia) yang cukup baku. Orang-orang yang tertinggal di daerah terpencil, di atas gunung atau di dalam lembah hampir semuanya menguasai bahasa Melayu Indonesia dengan cukup baik.

Baca Juga: 1974 Mewakili Indonesia, Persipura Pernah “Dipaksa” Mengalah

2. Sirih Pinang

 

Ya, orang Papua suka makan Pinang. Caranya seperti mengunyah permen karet, dengan dicampurkan sirih dan kapur. Rasanya yang sepat dan unik, membuat Pinang menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang baru mengunjungi Papua.

Makan pinang di pesawar spya aman. Makan smpe mono! @jordan_west_papua

A post shared by Dani (@suku_dani) on

Ada ungkapan “belum ke Papua, jika belum makan Pinang”. Biasanya saat mengunyah pinang, air ludah akan berubah menjadi berwarna merah. Hal ini membuat pemerintah setempat menyiapkan plastik dan tempat khusus untuk membuang lidah pinang. Fungsi pinang katanya adalah untuk membersihkan dan menguatkan gigi.

Baca juga:  Persipura Gelar Latihan di Lapangan Pertamina Simprug

3. Mob

“Epen kaaaah?”, “Cupen tooooh!” itu adalah sebuah ungkapan khas Papua yang kemudian ngehits di Indonesia karena video video yang diunggah di Youtube. Video-video itu sebenarnya berasal dari cerita-cerita lucu dari mulut ke mulut yang disebut “Mop”. Budaya Mop ini sudah sangat mengakar di Papua sehingga setiap hari ada saja mop baru yang muncul.

Mob Papua
Mob Papua

Setiap orang di Papua jika berkumpul pasti menceritakan mop, sehingga mop kemudian menjadi alat keakraban dan pemersatu yang cukup baik. Budaya mop ini hampir sama dengan stand up comedy, tetapi dilakukan secara kultural dan penuh keakraban. Biasanya diceritakan secara bergiliran antar sesama teman yang berkumpul. Jadi, jauh sebelum stand up comedy ngetrend, orang Papua sudah melakukannya jauh lebih dulu.

4. Noken

Noken adalah sebuah tas unik khas Papua yang terbuat dari benang atau anyaman kulit kayu. Menjadi perlengkapan “wajib” bagi orang-orang di sana untuk menenteng bawaan.

Biasanya hasil kebun, kayu, dll. Wanita-wanita Papua biasanya menggunakan Noken di kepala mereka. Noken atau tas rajutan khas Papua sudah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Bergerak dalam Sidang UNESCO di Paris, Prancis, tanggal 4 Desember 2012.

5. Barapen

Barapen (Ist)
Barapen (Ist)

Tradisi Bakar Batu merupakan salah satu tradisi penting di Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga 1 kampung yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim (mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan (kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku), atau untuk mengumpulkan prajurit untuk berperang. Tradisi Bakar Batu umumnya dilakukan oleh suku pedalaman/pegunungan, seperti di Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Dekai, Yahukimo dll.

Baca juga:  Hasil Arema vs Persipura, antara Kemenangan dan Kekalahan Perdana

Disebut Bakar Batu karena benar-benar batu dibakar hingga panas membara, kemudian ditumpuk di atas makanan yang akan dimasak. Namun di masing-masing tempat/suku, disebut dengan berbagai nama, misalnya Gapiia (Paniai), Kit Oba Isogoa (Wamena), atau Barapen (Jayawijaya).

6. Sejarah Yang Beda

Demonstrasi Anti Indonesia dan mendukung Kemerdekaan 1 Desember 1961 di Taman Imbi, Jayatpura tahun 1962.
Demonstrasi Anti Indonesia dan mendukung Kemerdekaan 1 Desember 1961 di Taman Imbi, Jayatpura tahun 1962.

Sejak Indonesia merdeka 1945, Papua belum bagian menjadi NKRI.  25 Tahun setelah Proklamasi 1945, Papua menjadi bagian NKRI melalui PEPERA 1969 yang menurut orang Papua adalah cacat hukum. Papua dari 1960-1970 adalah merupakan dispute region yang diperebutkan belanda dan Indonesia.

Berbagai cara dilakukan oleh masing-masing pihak dari diplomasi meja hingga perang gerilya. Sayangnya selama proses itu orang Papua tak pernah dilibatkan dan suaranya tak dianggap dan justru orang Papua yang menjadi korban perebutan itu sendiri, akibat dari sejarah yang beda hampir semua orang Papua merasa berbeda dengan Indonesia.

Baca juga: Pace Mace Antara Makna dan Kebanggaan

7. Alam Yang Indah

cartenz bersalju
cartenz bersalju

Papua punya salju! Tepatnya berada di daerah puncak Jaya di pegunungan Cartenz. Puncak ini adalah puncak tertinggi di Indonesia. Sudah banyak ekspedisi pecinta alam yang berhasil naik sampai ke atasnya dan menikmati salju di daerah khatulistiwa. Tak hanya salju tapi juga keindahan bahari Kep.Raja Ampat yang tersohor, Lembah Baliem yang unik dan masih banyak tempat-tempat indah yang tersimpan dalam misteri alam Papua.

Baca juga:  Peter Butler akui Persija Tim Besar

Demikian 7 hal unik soal Papua versi pacebro.com, jika anda tak setuju atau merasa kurang dengan isi artikel ini anda bisa memberikan komentar dibawah, dan jangan lupa berbagi.

Keep sharee with love from Papua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here