SHARE

Teluk Triton merupakan surga yang cantik untuk melihat kemegahan Mentari terbenam meninggalkan Kaimana dengan segenap kesibukannya. Jauh lebih indah dari pada itu, terdapat sekira 959 jenis ikan dan 471 jenis karang yang hidup di dalam bawah laut Teluk Triton. Hingga akhir tahun 2010 di Teluk Triton telah ditemukan 868 jenis ikan karang, termasuk 10-14 jenis baru (10-13 endemik).

Paus-paus di sini hidup harmonis dengan masyarakat Teluk Triton. Nelayan tidak memburunya, melainkan menganggapnya sebagai penyelamat bahkan keluarga. Tidak heran jika mamalia sepanjang 12 meter ini tak segan menampakkan diri dan bermain-main di sekitar perahu para nelayan.

Teluk Triton terkenal dengan jenis karang lunaknya atau yang disebut soft coral sehingga penggemar diving dan snorkeling wajib menjajalnya. Titik menyelamnya antara lain di sekitar Temintoi dan Selat Iris. Banyaknya jenis ikan di sini juga sangat cocok sebagai arena memancing. Sempatkanlah menjelajah Pulau Umbrom yang terkenal dengan pasir putihnya, maupun Pulau Kelelawar yang menjadi tempat tinggal ribuan hewan nokturnal tersebut.

Puas menyelam dan menelusuri eloknya pantai-pantai di Teluk Trinton, jangan lewatkan senja yang tak terlupakan. Matahari terbenam di sini sangat dramatis jika cuaca sedang bersahabat.

Bahkan dengan keindahan soft coral, pulau-pulau kecil yang indah untuk sekedar bermain dan berjemur, spot diving yang jumlahnya mencapai sekitar 20 lokasi membuat investor asal Kanada berniat mengembangkan usahanya di Teluk Triton dengan melihat berbagai potensi pariwisata yang maha dahsyat, yang dimilikinya.

Pesona yang disuguhkan tidak tanggung-tanggung, kekayaan alam bawah air Teluk Triton menurut data yang dimiliki oleh Conservation International atau CI di tahun 2006 saja menyebutkan bahwa terdapat hingga 959 jenis ikan karang, dan 471 jenis karang, serta 28 jenis udang mantis. Hal tersebut tentunya akan menggugah rasa kagum yang besar dari setiap orang yang mengunjungi dan melihat sendiri bagaimana ciptaan Tuhan yang berada di Teluk Triton.

Selain spot diving ada juga pesona yang ditawarkan oleh tebing-tebing warna-warni di sekitar pegunungan Maimai. Lukisan indah tebing Maimai sendiri merupakan hasil karya lukisan kuno prasejarah yang diperkirakan dibuat pada zaman Mesolitikum, meskipun hingga kini belum ditemukan petunjuk pasti siapa pembuat lukisan-lukisan yang mengagumkan itu. Tak cukup satu hari mengunjungi tempat indah ini.

Selain keindahan alam baik di permukaan maupun dasar laut, masih ada satu destinasi lagi yang sayang untuk dilewatkan jika berada di Teluk Triton. Tepatnya berada di Kampung Lobo, disana traveler bisa menyaksikan jejak peninggalan Hindia Belanda berupa benteng Fort du Bus yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1828.

Pembangunan benteng ini pada zaman dahulu sebagai penanda lahirnya koloni Hindia Belanda di tanah Papua.Ketika itu, Hindia Belanda bersedia mengangkat tiga penduduk pribumi untuk mengepalai tiga daerah, mereka adalah Raja Namatota, Raja Lokajihia yaitu Kasa, dan Lutu mereka itu adalah orang-orang terpandang di Lobo, Mewara dan Sendawan.

Baca Juga: Ternyata Ada 598 Pulau-Pulau Kecil Di Tanah Papua

Teluk Triton ditetapkan sebagai bagian Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kaimana melalui Peraturan Bupati Kaimana No. 4 Tahun 2008. Total luas wilayah KKLD ini seluas 597.747 hektare yang dihitung sejauh empat mil laut dari garis pantai laut terluar.

Tertarik Mengunjunginya?

Editor: Joseph R