SHARE

Tak habis-habisnya Tanah Papua dengan keunikannya. Papua merupakan satu kesatuan dari gunung, pesisir hingga kepulauan. Jika di daerah pegunungan Papua terkenal dengan berbagai macam keelokannya, sama halnya juga di kepulauan yang menyimpan misteri dibalik keelokan baharinya. salah satunya kepulauan Mapia yang terletak di Kabupaten Supiori, Papua. Lokasinya berbatasan dengan dua negara, Palau dan Filipina.

Wilayah tersebut tidak bisa dijangkau dengan menggunakan speed boatatau kapal kecil. Namun, harus digunakan kapal perintis. Sebab, lokasinya di laut lepas, yakni Samudra Pasifik. Jika dari Pelabuhan Biak, untuk menjangkau beberapa pulau di wilayah itu dibutuhkan waktu sekitar 20 jam dengan menggunakan kapal perintis.

Gugus Kepulauan Mapia terdiri dari 5 pulau yaitu pulau Bras, pulau Bras Kecil, Pulau Fanildo, Pulau Fanildo Kecil dan Pulau Mapia (Pegun). Pulau Mapia atau Pegun sendiri memiliki luas 332 Ha, sedangkan Pulau Bras atau Berasi memiliki luas 309 Ha sedangkan Luas Pulau Bras kecil hanya 6 Ha. Selain itu ada juga Pulau Fanildo atau Faniroto yang memiliki luas 50 Ha dan Luas pulau Fanildo kecil hanya 4 Ha.

Pulau Brass
Pulau Brass

Kelima pulau di gugus kepulauan Mapia merupakan satu kesatuan yang terhubungkan oleh hamparan pantai pasir putih yang dilingkari karang seluas 37.760 Ha. Laguna di tengah kepulauan ini memiliki luas 3.000 Ha. Kedalaman lagoon paling dangkal mencapai 5 meter dengan kanal atau alur yang berada di sisi barat. Dan rata-rata Kedalaman lagoon paling dalam mencapai 22 meter.

Salah satu pulau kecil terluar yang berbatasan dengan Republik Palau adalah Pulau Fanildo yang merupakan gugusan dari Kepulauan Mapia. Jarak antara Pulau Fanildo dengan Pulau Babelthuap adalah sejauh 390 mil. Pulau Babelthuap adalah salah satu pulau milik Negara Palau. Posisi pulau Fanildo ini menjadi salah satu pulau yang sangat strategis.

Pulau terbesar dari gugus kepulauan terluar ini adalah Pulau Mapia yang juga disebut Pulau Panjang karena bentuknya yang panjang. Penduduk di Pulau ini bermata pencaharian utama sebagai pembuat Kopra.

Sumber air tawar adalah sumur gali dengan kedalaman 1 meter dan diameter sumur 1 meter. Pantai berpasir putih dikelilingi pulau dan landai kecuali bagian barat yang agak dalam sebagai tempat berlabuh kapal perintis dan navigasi. Tidak ada sarana berlabuh seperti pelabuhan. Bila air surut, pasir putih terlihat memanjang sampai ke Pulau Bras.

Di gugusan Kepulauan Mapia juga terdapat berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Misalnya, bebek laut, penyu, berbagai jens ikan, dan burung-burung. Makanan utama penduduk Mapia adalah ikan dan sejenis umbi-umbian.

Penduduk di Kepulauan Mapia tergolong tidak terlalu banyak. Di antara lima pulau itu, hanya Pulau Brasi yang berpenghuni dengan 60-an kepala keluarga (KK). Pada Pemilu Legislatif 2014, pemilih yang tercatat di KPU Supiori hanya 106 orang.

Tampak Rumah Warga di Pulau Brassi, (FB/Suruan Colombus)
Tampak Rumah Warga di Pulau Brassi, (FB/Suruan Colombus)

Kehidupan masyarakat di wilayah Kepulauan Mapia tergolong masih sangat sulit. Ya, mereka hanya mengandalkan makanan dari umbi-umbian dan ikan.

Bagaimana tidak. Untuk bisa ke kota, masyarakat hanya sekali dalam sebulan atau dua bulan. Sebab, kondisi cuaca dan terbatasnya sarana trasportasi laut mengakibatkan warga terisolasi.

Guru dan petugas medis yang menjalankan tugas di Mapia juga jarang. Kalaupun ada, hanya satu-dua orang. Di sana memang sudah ada satu unit SD dan pustu (puskesmas pembantu). Hanya, kesejahteraan guru dan petugas kesehatan perlu mendapat perhatian serius.

 

Editor: Yoseph Rumaropen