13 Fakta Menarik Tentang Sagu

568
Maluku feast. Papeda papaya flower salad and fish Phoyo By Laura Jacobsen
Maluku feast. Papeda papaya flower salad and fish Phoyo By Laura Jacobsen

Sagu merupakan salah satu sumber karbohidrat potensial disamping beras, khususnya bagi sebagian besar masyarakat di kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Papua Barat dan Maluku. Sebagai bahan pangan, sagu menghasilkan pati kering sebagai sumber karbohidrat yang juga dapat diolah menjadi bioetanol. Beberapa produk olahan dari pati sagu antara lain papeda, soun, dan ongol-ongol. Diperkirakan hampir 90% areal sagu Indonesia berada di Papua dan saat ini arealnya menyusut akibat esksploitasi yang berlebihan.

Salah satu fakta mengejutkan bahwa Jepang telah mengembangkan sagu sebagai obat diabetes. Selain itu, pati sagu dapat digunakan untuk membuat roti, kue kering, biskuit, kerupuk, pempek, bakso dan mie. Tak tanggung-tanggung, bahkan pati sagu juga dapat dijadikan gula cair yang bisa digunakan untuk industri makanan dan minuman. Lebih mengejutkan lagi, ternyata pati sagu bisa diolah menjadi bioetanol dan etanol untuk pengganti bensin.

Sebenarnya sagu adalah tepung yang terbuat dari pati pohon rumbia. Sagu di jual dalam bentuk tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas. Selain pati sagu, ternyata ampas sagu juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan media tumbuh jamur selain dijadikan kompos atau pestisida nabati. Meski kandungan gizinya tidak tinggi, tetapi sagu memiliki beberapa manfaat untuk tubuh.

Sagu memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, kalsium, dan zat besi yang tinggi. Dengan kandungan tersebut, sagu berpotensi dijadikan sebagai bahan baku sirup glukosa yang dapat meningkatkan nilai tambah sagu. Pati sagu mengandung 27% amilosa dan 73% amilopektin. Perbandingan komposisi kadar amilosa dan amilopektin akan mempengaruhi sifat pati. Semakin tinggi kadar amilosa maka pati bersifat kurang kering, kurang lekat dan mudah menyerap air (higroskopis).

Baca juga:  Ini 11 Tempat Wisata Populer di Kota Timika

Perkiraan potensi produksi total sagu Indonesia masih sangat kasar, karena hal ini berkaitan dengan luas areal sagu, jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar per tahun, dan produksi pati kering per pohon. Sebagian besar areal sagu di Indonesia merupakan tegakan alami sehingga produktivitasnya sangat beragam. Potensi produksi sagu di Indonesia diperkirakan sekitar 5 juta ton pati kering per tahun. Konsumsi pati sagu dalam negeri hanya sekitar 210 ton atau baru 4-5% dari potensi produksi.

Apabila tabungan karbohidrat di hutan sagu Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk bioetanol maka dapat diperoleh bioetanol 3 juta kiloliter per tahun dengan asumsi faktor konversi 0,6. Kebutuhan premium nasional diperkirakan sekitar 16 juta kiloliter per tahun. Apabila bioetanol dapat menggantikan premium sekitar 10% (campuran premium dan etanol 90:10) maka diperlukan etanol sebanyak 1,6 juta kiloliter. Kebutuhan ini sudah dapat dipenuhi dari pati sagu saja.

Berikut ini adalah fakta sagu dari catatan diatas ini:

  1. Sagu lebih menyehatkan dari pada beras.
  2. Sagu termasuk bahan pangan dengan indeks glikemik rendah sehingga aman dikonsumsi penderita diatebes.
  3. Sagu mengenyangkan, tahan lama dan tidak menyebabkan kegemukan
  4. Indonesia adalah penghasil sagu terbesar didunia, karena 60% bahan pangan itu ada di Papua dan Papua Barat.
  5. Sagu dapat dijadikan gula cair.
  6. Sagu dapat diolah menjadi tepung.
  7. Sagu juga dapat diolah menjadi sumber energi alternatif, bioetanol dan etanol untuk pengganti BBM.
  8. Potensi produksi jauh lebih besar dibanding beras.
  9. 5,2 Hektar sagu saja, dapat memberi makan 1 Milyar orang.
  10. Sagu tidak menyebabkan kekeringan, justru menjadi konsefasi air.
  11. Sagu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
  12. Ampas sagu dapat diolah menjadi pakan ternak.
  13. Sagu memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi impor beras.
Baca juga:  Ini 11 Tempat Wisata Populer di Kota Timika

Loading...
loading...

KOMENTAR ANDA

PACEBRO percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini.